Hands-On Lab: OSPF Inter Area Routing Menggunakan Cisco Packet Tracer
Apa itu OSPF Inter Area Routing?
OSPF (Open Shortest Path First) merupakan protokol routing dinamis bertipe Link-State yang digunakan untuk menemukan jalur terbaik menuju suatu jaringan berdasarkan nilai Cost.
Pada jaringan berskala kecil, seluruh router dapat ditempatkan dalam satu Area (Area 0). Namun ketika jaringan semakin besar, penggunaan satu area akan membuat database OSPF (LSDB) menjadi semakin besar sehingga proses routing menjadi kurang efisien.
Untuk mengatasi hal tersebut, OSPF membagi jaringan menjadi beberapa Area. Konsep inilah yang disebut OSPF Inter Area Routing, yaitu komunikasi routing antar beberapa area OSPF melalui Area Backbone (Area 0). Area 0 berfungsi sebagai pusat komunikasi seluruh area.
Langkah 1 - Konfigurasi Router Kiri (Area 1)
Router pertama berfungsi sebagai gateway bagi jaringan Area 1 sekaligus menghubungkan Area 1 dengan Backbone Area (Area 0). Oleh karena itu, router ini memiliki dua interface, yaitu satu interface menuju jaringan lokal dan satu interface menuju Backbone.
![]() |
| Konfigurasi Router Kiri (Area 1) |
Langkah 2 - Konfigurasi Router Tengah (Backbone Area)
Router Tengah berfungsi sebagai Backbone Router, yaitu router yang menghubungkan seluruh area OSPF. Semua interface pada router ini berada di Area 0.
![]() |
| Konfigurasi Router Tengah (Backbone Area) |
Langkah 3 - Konfigurasi Router Kanan (Area 2)
Router Kanan berfungsi sebagai gateway jaringan Area 2 sekaligus menghubungkan Area 2 dengan Backbone Area.
![]() |
| Konfigurasi Router Kanan (Area 2) |
Langkah 4 - Pengujian
1. Hasil Pengujian Adjacency OSPF
![]() |
| Terbentuknya Adjacency |
2. Hasil Pengujian Ping Antar End Device
![]() |
| Pengujian konektivitas |
Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum, implementasi OSPF Inter Area Routing menggunakan Cisco Packet Tracer berhasil dilakukan dengan membagi jaringan ke dalam Area 1, Area 0 (Backbone), dan Area 2. Seluruh router berhasil membentuk hubungan neighbor dengan status FULL, sehingga pertukaran informasi routing dapat berjalan dengan baik. Dengan penerapan OSPF Multi Area, komunikasi antar area menjadi lebih terstruktur dan efisien karena seluruh pertukaran routing dilakukan melalui Area 0 sebagai backbone jaringan.




























