Enterprise 3-Tier Network Design

Hands-on Practice: Enterprise 3-Tier Network Design


Saya baru saja menyelesaikan latihan membangun topologi jaringan Enterprise 3-Layer (Core, Distribution, Access) menggunakan simulasi.

Topologi Jaringan

Topologi ini dirancang tidak hanya untuk konektivitas, tetapi juga untuk stabilitas, skalabilitas, dan high availability, serta mengimplementasikan dynamic routing menggunakan OSPF (Open Shortest Path First) untuk pertukaran informasi routing secara otomatis.

Key Highlights dari desain ini:

• Redundancy (Jalur Cadangan)
Setiap perangkat terhubung melalui lebih dari satu jalur, sehingga jaringan tetap berjalan meskipun salah satu link mengalami gangguan.

• Loop Protection dengan Spanning Tree Protocol (STP)
Meskipun terdapat banyak jalur (redundant path), jaringan tetap aman dari broadcast storm karena STP akan memblok jalur tertentu (standby).

• Automatic Failover
Jika jalur utama down, jalur cadangan akan otomatis aktif tanpa perlu konfigurasi ulang — menjaga uptime jaringan.

• Dynamic Routing dengan OSPF
Routing antar jaringan dilakukan secara otomatis, cepat, dan efisien menggunakan OSPF, sehingga memudahkan skalabilitas dan manajemen jaringan.

Peran masing-masing layer:

• Core Layer
Sebagai backbone utama jaringan — menangani routing antar jaringan.
Core Layer
















• Distribution Layer
Sebagai penghubung antara core dan access — mengatur routing antar VLAN, policy, dan kontrol trafik.
Distribution Layer
















• Access Layer
Layer terdekat dengan end-user — menghubungkan perangkat seperti PC, laptop, dan access point ke jaringan.
Access Layer
















Dari latihan ini, saya belajar bahwa desain jaringan bukan hanya soal “terhubung”, tapi juga tentang ketahanan, efisiensi, dan kesiapan menghadapi kegagalan sistem, termasuk penggunaan routing dinamis untuk optimasi jalur terbaik.


Simulasi Operasional Bank Menggunakan Topologi Berbasis VLAN

Saya ingin berbagi salah satu hasil implementasi desain jaringan yang saya buat untuk simulasi operasional sebuah bank menggunakan topologi berbasis VLAN.


Topologi Jaringan
Topologi Jaringan

Pada topologi ini, jaringan dibagi menjadi beberapa segmen menggunakan VLAN untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan. Setiap divisi memiliki VLAN tersendiri, seperti VLAN 10 (Admin), VLAN 20 (Management), VLAN 30 (Teller), VLAN 40 (Customer Service), VLAN 50 (Marketing), VLAN 60 (HRD), VLAN 70 (IT), VLAN 80 (Public), dan VLAN 100 (Server). Dengan segmentasi ini, setiap bagian hanya dapat mengakses sumber daya sesuai kebutuhan, sehingga mengurangi risiko akses tidak sah dan broadcast domain menjadi lebih terkontrol.

Selain itu, jaringan ini terhubung ke internet melalui router yang berperan sebagai gateway, serta terintegrasi dengan server untuk layanan internal. Saya juga menerapkan beberapa basic network security, seperti:

• Port Security untuk membatasi perangkat yang dapat terhubung ke switch
Implementasi Port Security
















• Port Disable pada port yang tidak digunakan untuk mencegah akses ilegal
Implementasi Port Disable
















• VLAN Segmentation untuk isolasi jaringan antar divisi
Hasil Segmentasi VLAN
















• Access Control List (ACL) untuk mengatur hak akses antar VLAN dan ke server
Hasil Isolasi ACL
















Sebagai tambahan implementasi keamanan:

• VLAN 30 (Teller) dan VLAN 40 (Customer Service) hanya diperbolehkan mengakses server (server-only access)
• VLAN 80 (Public) hanya dapat mengakses internet dan tidak memiliki akses ke jaringan internal

Dengan kombinasi desain topologi dan penerapan security dasar ini, jaringan menjadi lebih terstruktur, aman, dan siap digunakan untuk skenario operasional skala kecil hingga menengah.

Terbuka untuk diskusi dan masukan.